Edisi 24 Oktober 2026Teknologi yang terasa, bukan sekadar spesifikasi.
← Tekno KiniGadget

Pengisi daya dan kabel: memilih yang aman untuk ponsel, bukan sekadar yang murah

Kepala pengisi daya dan kabel pengganti dijual di mana-mana, tetapi tidak semuanya aman untuk ponsel dan baterainya dalam jangka panjang.

Pengisi daya dan kabel: memilih yang aman untuk ponsel, bukan sekadar yang murah
Foto: J / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Pengisi daya adalah aksesori yang paling sering hilang, rusak, atau tertinggal di kamar hotel. Karena itu ia juga aksesori yang paling sering dibeli dalam keadaan terburu-buru dari kios terdekat, dengan satu pertimbangan: yang penting bisa mengisi. Pertimbangan itu tidak salah, tetapi tidak cukup, karena pengisi daya yang buruk bekerja perlahan merusak baterai, atau dalam kasus terburuk, menjadi sumber panas berlebih di meja samping tempat tidur.

Yang membuat sebuah pengisi daya aman

Baca juga: Ponsel kehujanan: apa yang harus dan jangan dilakukan dalam satu jam pertama

Pengisi daya yang baik tidak hanya mengalirkan listrik, tetapi berkomunikasi dengan ponsel untuk menyepakati berapa daya yang diminta. Ponsel kelas menengah masa kini mendukung pengisian cepat lewat standar tertentu, dan pengisi daya yang mengikuti standar itu akan menurunkan daya ketika baterai hampir penuh atau ketika ponsel terlalu panas. Pengisi daya tiruan yang tidak mengikuti standar sering mengalirkan daya secara kasar dan tidak stabil.

Tanda yang bisa dicek di toko: label sertifikasi yang jelas pada badan pengisi daya, tulisan daya keluaran yang tercetak rapi dan bukan stiker, serta berat yang wajar. Pengisi daya yang terasa terlalu ringan untuk daya yang dijanjikan patut dicurigai, karena komponen pelindung di dalamnya punya bobot.

Kabel juga menentukan

Kabel sering dianggap sekadar penghubung, padahal kabel yang buruk membatasi kecepatan pengisian dan bisa memanas di bagian konektor. Untuk pengisian cepat berdaya tinggi, kabel harus mendukung daya tersebut; kabel murah yang tampak sama di luar belum tentu punya kawat dengan ketebalan yang memadai.

Perhatikan juga tanda kabel yang sudah waktunya diganti: lapisan luar yang terkelupas, konektor yang longgar sehingga harus ditekuk agar terhubung, atau ponsel yang berulang kali terputus-sambung saat mengisi. Kabel dalam kondisi seperti itu bukan hanya lambat, tetapi berisiko.

Beberapa kebiasaan yang menjaga umur baterai: hindari mengisi di atas bantal atau di bawah selimut yang menahan panas, lepas casing tebal saat pengisian cepat jika ponsel terasa panas, dan jangan biarkan ponsel tersambung ke pengisi daya murahan semalaman. Jika ponsel mendukung fitur pembatasan pengisian atau pengisian adaptif, aktifkan. Fitur itu dirancang persis untuk mengurangi waktu baterai berada di kondisi penuh yang mempercepat penuaannya.

Pada akhirnya, pengisi daya resmi atau dari merek aksesori yang punya reputasi jelas bukan soal gengsi. Ia adalah perangkat yang menghubungkan listrik rumah dengan baterai litium di genggaman, dan di situ kualitas sepadan dengan harganya.

ZS
Zaki SetiawanZaki menulis di Tekno Kini antara 2024 dan 2025, hampir seluruhnya tentang perangkat bekas dan rekondisi. Ia memiliki kebiasaan memeriksa siklus pengisian baterai sebelum menyentuh hal lain pada ponsel bekas.